PERAN SERTA SMKN 1 WANAYASA MELESTARIKAN TRADISI LOKAL DI ACARA KUDURAN BUDAYA 2025
(19/9/2025)
Tradisi Kuduran Budaya yang ada di Wanayasa Kabupaten Banjarnegara ini bukan
hanya tradisi biasa, Ini juga bentuk hasil kreativitas dari panitia SENDAWA
(Seniman Muda Wanayasa) dan ondol sebagai objek utamanya. Acara ini berlangsung
3 hari berturut-turut, Mulai dari Jum'at (19/9/2025) hingga puncak acara
Bentang Ondol 1000 meter yang membelah lapangan desa Wanayasa pada Minggu
(21/9/2025).
Tahun ini SMKN 1
Wanayasa ikut dalam memeriahkan Tradisi Kuduran Budaya. Berbagai Ektrakurikuler
turun membantu keberlangsungan acara ini. Mulai dari OSIS, Pramuka (PRAPUDI
SKAWAN), PMR (WIRA SKAWAN), Jurnalistik (JUFOSA), dan Tari (STARONE).
Pada acara hari
pertama, jum'at (19/9/2025) terdapat hiburan kesenian gedruk. Warga sekitar
tampak antusias menonton, tak hanya sekadar menonton, warga sekitar juga
berburu kuliner yang tersebar di sekitar lapangan.
Lalu pada acara hari kedua, sabtu
(20/9/2025) ekstrakurikuler tari SMKN 1
Wanayasa (STARONE) 4 penari ikut dalam sedekah nada dengan tampil membawakan
tari Rinewang. Acara dari pagi hingga malam tak kalah ramai nya. Urutan acara
yang sangat menarik yaitu lukisan seribu tangan, jelajah desa, apresiasi
pelajar, balap tampah seribu orang, sedekah nada, keroncong suku kabut, dan
terakhir menerbangkan lampion impian. Dingin nya malam tak menghalangi antusias
warga untuk ikut memeriahkan acara di malam minggu ini, dengan pemandangan
langit malam dihiasi Banyak lampion penuh harapan dan doa sebagai penutup acara
pada hari itu.
Pada puncak
acara Minggu (21/9/2025), diawali dengan drum band dari MBS Wanayasa yang
sangat meriah. Dilanjutkan Kirab Budaya, yang terdiri atas rombongan Penembung,
kepala desa dan sesepuh serta para abdi dalem yang mengenakan busana keraton,
tak lupa pembawa gunungan ondol. Setelah itu pertunjukan Sendratari Bidadari
Ondol 17 siswi dari ekstrakurikuler tari SMKN 1 Wanayasa (STARONE). Lalu
dimulailah drama kolosal berjudul “Bentang Ondol Sewu Meter” yang di bawakan
sekitar 300 pelajar gabungan dari SMPN 1 Wanayasa, MBS Wanayasa, dan SMKN 1
Wanayasa. Penari gotong-royong membentangkan tusukan ondol yang panjang nya
membelah lapangan tersebut.
Para Warga
tampak sangat antusias berebut ondol. Rela ke tengah lapangan berdesakan untuk
mendapatkan bola-bola singkong yang renyah dan gurih khas Wanayasa itu. Kurang
dari 1 menit ondol sudah ludes, tak sedikit warga yang tak kebagian ondol yang
di nanti, sedikit kecewa namun tetap ceria, tawa dan kemeriahan tetap menghiasi
acara tersebut. Bukan hanya sekedar menjadi pesta rakyat atau tradisi semata namun
juga wujud rasa syukur sekaligus perekat persaudaraan antar warga. Acara
berakhirnya ditutup dengan makan tumpeng bersama-sama.
Komentar
Posting Komentar