SUBIANTORO SISWA SMKN 1 WANAYASA YANG BERPERSTASI DI BIDANG PANAHAN
BANJARNEGARA- Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMKN 1 Wanayasa di bidang
non-akademik, khususnya olahraga panahan, Subiantoro namanya. Di sela kesibukkan
siswa kelas XII ia tetap menorehkan prestasinya.
Prestasi terbarunya adalah kejuaraan kabupaten dan meraih juara 2
eliminasi dan juara 3 kualifikasi pada 27-28 september 2025. Subiantoro telah meraih banyak pencapaian. Beberapa di antaranya:
- Medali Perak pada POPDA Kabupaten Banjarnegara 2025 (cabang
panahan kelas Recurve 60m).
- Medali Emas pada kualifikasi dan eliminasi Kejuaraan Kabupaten
Panahan 2024 (divisi Barebow Prestasi 30m).
- Medali Perunggu pada divisi Barebow 50m tahun 2024.
serta masih banyak lagi prestasi yang telah
ia raih.
Prestasi Subiantoro sejak di bangku kelas X
pada event pertamanya, yaitu Banjarnegara Archery Championship divisi Barebow
Panahan 30m tahun 2023 meraih juara 2 kualifikasi dan juara 1
eliminasi. Di balik keberhasilan tersimpan sebuah kisah yang menginspirasi.
Subiantoro sudah tertarik pada panahan
sejak kelas IX SMP, namun baru mencoba saat masuk SMKN 1 Wanayasa. Awalnya ia
pesimis saat tahu ada event panahan sebulan lagi, karena ia baru latihan
beberapa hari, tapi harus melawan atlet yang sudah berlatih 3 tahun. Namun,
ternyata karena skor latihannya cukup bagus, sang pelatih tanpa basa-basi
langsung mendaftarkannya, yang membuat Subi kaget. Sejak saat itu, Subiantoro
mulai berlatih dengan rajin dan konsisten setelah pulang sekolah.
“Latihan setiap hari. Pulang sekolah kan
jam 15.00 WIB, nah setelah pulang sekolah langsung latihan,” jelas Subi.
“Latihannya menyesuaikan, kadang di sekolah, kadang juga di Karangkobar. Bahkan
ketika hujan lebat pun tetap memanah.”
Setelah tiga minggu latihan konsisten, Subi
langsung diuji coba dalam kompetisi. Ia hanya berniat enjoy dan
melakukan yang terbaik, tanpa mengharapkan kemenangan. Namun, di tengah
kepesimisannya, hasil diumumkan dan ia masuk 2 besar. Perasaan kaget, tidak
percaya, bercampur bahagia yang dirasakan Subi. Di babak berikutnya, Subi
berhasil meraih Juara 1. Momen luar biasa inilah yang menjadi titik awal
prestasinya yang membakar tekadnya untuk mempertahankan pencapaiannya di
event-event selanjutnya.
Bukan jalan lurus tanpa kendala, setiap
langkah pasti ada kendalanya. Begitu juga dengan Subi, performanya pernah turun
drastis karena libur sekolah. Namun usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
ketekunan, konsisten dan tekad membuat Subi bisa mempertahankan prestasinya.
“Ketika yang lain liburan, saya latihan.
Ketika yang lain pulang duluan, saya latihan. Ketika yang lain berteduh di
rumah, saya Latihan. Karena saya setiap hari latihan, saya selalu bawa panah.
Mau di olok-olok teman, saya tidak peduli karena bagi saya panah itu seperti
tangan ketiga saya, jadi tidak bisa terpisah jauh.” Jelas Subi.
Subi akhirnya direkrut menjadi tim inti
Banjarnegara divisi barebow. Tidak mudah bagi subi, kadang dalam 1 bulan
ia harus latihan ke daerah banjarnegara atau di klampok untuk latihan bersama, dan
pernah diuji coba di berbagai tempat seperti Kebumen dan Cilacap. Menariknya Subi
mengaku ia tak mengejar prestasi, justru ia melirik pada panahannya yang
membuat dirinya nyaman (enjoy).
“Menurut saya karena kalo mengejar prestasi
itu, sangat mengekang diri saya dan saya tidak suka di kekang seperti itu,
bahkan di kekang oleh diri saya sendiri,” Ucap subi. “Karena saya panahan, saya
memanah sendiri berarti lawan saya adalah diri saya sendiri. Kalo hasilnya
buruk itu karena saya tidak mampu mengendalikan diri, kalo berhasil ya alhamdulillah.” Tambah subi.
Ada kata-kata dari kalangan pemanah
“Musuhmu bukanlah lawanmu, tetapi dirimu sendiri. Lawan mu membantu mu
bertumbuh, sementara dirimu lawan dari dirimu sendiri.” Kata-kata inilah yang
dipegang oleh Subi. Subiantoro adalah bukti nyata bahwa dengan tekad kuat,
disiplin, dan konsistensi, setiap orang, bahkan yang baru memulai, mampu meraih
prestasi gemilang.
(Harinne Aurelia
P, SMKN 1 Wanayasa)

Komentar
Posting Komentar