Konsistensi Berbuah Prestasi: Vicki Juara 1 Eliminasi dan Kualifikasi
Dibalik keberhasilan yang telah diperoleh,
pastinya ada juga kerja keras yang luar biasa. Meski persiapan hanya dilakukan
selama tiga hari sebelum lomba, sebenarnya Vicki sudah menjalani proses latihan
rutin selama tiga bulan. Tepat satu hari sebelum pertandingan dimulai ternyata
muncul tantangan terbesar yang mengakibatkan Vicki harus siap untuk menghadapi
kendala teknis.
“H-1 sebelum lomba, saya mengalami kendala
di alat. Ada pergantian alat dan setting-an yang berubah total. Tapi
saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus menyesuaikan diri kembali,” ungkap
Vicki.
Meski dalam olahraga panahan perubahan
alat secara mendadak bisa berakibat fatal, Vicki tetap membuktikan
ketenangannya dengan melakukan adaptasi cepat hingga ia merasa nyaman kembali
dengan peralatannya.
Kunci kemenangan Vicki rupanya terletak
pada mentalitasnya yang stabil. Di saat atlet lain mungkin merasa tegang, Vicki
justru tampil tanpa beban. Ia mengungkapkan filosofinya dalam bertanding, “Kalau kalah ya sudah, kalau menang ya sudah” sebuah
ungkapan sederhana yang bermakna dalam bahwa bagi seorang atlet sejati, proses
dan sportivitas adalah di atas segalanya.
Pesan dan motivasi dari Vicki untuk
teman-teman lainnya menekankan bahwa
konsistensi adalah kunci utama. “Prestasi itu tidak ada yang instan.
Semuanya butuh proses dan perjuangan yang panjang. Jadi, jangan pernah menyerah
apa pun yang terjadi,” pungkas sang juara Banjarnegara
Archery Championship tersebut.
(Mauren)
Komentar
Posting Komentar